Dialog Malam: A Story


Image by Google

    Malam ini seperti biasa aku menunggu bus malam di halte dekat dengan tempaku bekerja. Gerimis masih bertahan menurunkan titik-titik air sejak tadi sore. Pakaianku sedikit basah, dengan sapu tangan kecil diriku coba mengeringkan walau sedikit. Perasaanku sedikit sendu malam ini apakah dampak dari gerimis atau hanya sekedar perasaan yang sekelebat saja.

"ah, masih gelap langitnya." pikirku saat melihat langit yang masih hitam tanda gerimis tidak akan reda.

    Perasaanku semakin tidak menentu tiba-tiba saja kesepian yang menumpuk semakin terasa padahal halte penuh dengan manusia. Tiba-tiba terasa kehadiran seseorang disebelahku.

"Maaf dek, ikut nanya. Kira-kira jam berapa bus malam datang ya?." tanya seseorang dengan hati-hati.

    Diriku tatap perempuan berkerudung merah muda tersebut. Bisa dikatakan usianya berada diparuh baya. Raut wajahnya terlihat cemas seakan sedang diburu oleh sesuatu.

"Sekitar jam delapan malam bu. Sekarang masih jam tujuh lewat lima belas menit. Kemungkinan sebentar lagi akan sampai." jawabku sembari menjelaskan.

"Begitu ya, terima kasih banya ya dek." sahutnya dengan senyum yang mengembang.

"Ah, hatiku sedikit menghangat melihatnya tersenyum" pikiranku berkomentar

    Ternyata perasaan sendiri bukan berarti tidak bisa dihilangkan tetapi memerlukan waktu. Bisa jadi dengan berbincang dengan hangat atau melihat senyum yang manis dari manusia. Perasaan burukku sedikit pudar kala melihat perempuan paruh baya tersebut semakin mengembangkan senyumnya.

"Iya, sama-sama bu. Kalau boleh tau mau kemana ya bu?" jawab sekaligus tanyaku dengan pelan.

"Saya mau menjenguk anak saya yang merantau dek. Dia sedang sakit disana jadi saya ingin menjenguknya, walaupun dia bilang tidak usah kesana tapi saya sebagai ibunya tidak bisa berhenti khawatir." sahutnya sembari menjelaskan dengan lembut

"Ternyata begitu ya bu. Semoga anaknya cepat sembuh dan membaik ya bu." suaraku menjawab dengan penuh doa.

    Entah mengapa tiba-tiba saja diriku bertanya balik setidaknya semakin berbincang dengan perempuan paruh baya itu, perasaaanku semakin membaik.

"Iya dek. Adeknya sendiri mau kemana? Kenapa baru pulang jam segini?." tanya beliau lagi.

"Saya mau pulang ke rumah bu, baru pulang kerja habis lembur. Kantor saya dekat dari sini makanya saya pulang-pergi menggunakan bus." jawabku dengan perasaan hangat.

"Begitu ya dek. Jangan terlalu sering lembur, jaga kesehatan ya. Kesehatan jasmani maupun rohani. Apalagi kesehatan rohani, apa ya anak muda bilang sekarang?" jelasnya sekaligus bertanya.

"Kesehatan mental bu, mungkin maksudnya." sahutku lagi

"Ah, iya itu dek. Kesehatan mental dijaga juga ya, karena semakin sehat semakin membuat perasaan bahagia." jelas beliau masih dengan senyumnya yang lembut.

    Semakin membuat perasaanku nyaman dan perasaan kesendirian ini perlahan terkikis. Belum sempat diriku jawab, bus malam pun datang dari arah kiri.



- END -

Komentar

  1. Ibu memang sosok luar biasa. Selalu ada buat anak-anaknya. ❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali kak. Tiada duanya memang seseorang yang dipanggil dengan ibu.

      Hapus
  2. mba gaya penulisan ceritanya bagus, aku langsung kebayang kejadiannya, detail dan aku terharu bnget sampai berkaca-kaca sama penjelasan dan gambaran respon mba diceritanya. love bnget, melow aku tuh kalau cerita tentang orang tua. keliatan bnget sayang ibu, khawatirnya juga, thank you

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih banyak ya kak. beneran melow kak, saya yang bikin aja ikutan melow. my pleasure kak.

      Hapus
  3. Perasaan Ibu tidak akan tenang sampai ia melihat anaknya baik-baik saja. Kasih saya seorang Ibu memang luar biasa. Thank you insight-nya, kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kembali kak. Benar kasih sayang ibu luar biasa mungkin caranya saja yang berbeda setiap ibu.

      Hapus
  4. Terkadang sering merasa sendirian seolah tak dipedulikan, padahal kasih sayang orang tua apalagi ibu sangat tulus tanpa pamrih...

    BalasHapus
  5. Yes, moral storynya adalah jaga kesehatan mental 😁

    BalasHapus
  6. Ibu adalah segala-galanya, sayang ibu 💖💖💖

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amparan Tatak dan Cara Membuatnya

Oktober, Back to My Forgietan Blogger