Postingan populer dari blog ini
Amparan Tatak dan Cara Membuatnya
Image by Google Amparan Tatak merupakan salah satu kue tradisional khas suku Banjar. Kue ini merupakan kue ke dalam kue jenis basah dengan bahan utama berupa tepung beras, santan, gula dan pisang. Rasa Amparan Tatak didominasi oleh rasa gurih dan manis sehingga menjadi salah satu jajanan yang dicari di pasar wadai baik selama bulan Ramadhan maupun sehari-hari. Maksud dari pasar wadai ialah pasar yang menjual berbagai macam kue. Karena dalam bahasa Banjar, wadai memiliki arti kue. Kenapa dinamakan Amparan Tatak? Hal ini dikarenakan berasal dari bentuk kue pada saat penyajian. Sehingga mempengaruhi penamaan kue itu sendiri. Dimana pada proses pembuatan kue, adonan diletakkan ke dalam wadah berupa loyang besar berbentuk bulat. Ketika sudah matang, kue ini disajikan dalam bentuk hamparan beralaskan daun pisang dan di'tatak' atau di potong-potong untuk disajikan. Kue Amparan Tatak sendiri pada masa lampau disajikan untuk kaum bangsawan dari Kerajaan Banjar dan ...
Dia: A Story
Braak Suara kursi ditendang mengagetkan semua yang berada di ruangan berwarna putih yang ditempati. Terlihat seorang laki-laki yang wajahnya merah menahan emosi sembari memaki-maki menunjukkan seberapa kuat emosi yang dirasakannya. Dua orang laki-laki lain yang ada di dalam ruangan pun beranjak menghampiri laki-laki berbaju merah itu. "Apaan sih lu Jaya? Datang-datang marah kagak jelas." tegur laki-laki bertubuh tinggi dengan rambut sebahu Laki-laki berbaju merah itu ternyata bernama Jaya. Terlihat lelaki berambut sebahu ingin mengatakan sesuatu lagi tetapi terpaksa diam setelah melihat sorot mata Jaya. "Lu diem dulu Ko. Sudah berapa lama lu kenal Jaya kaya ketemu kemarin sore. Dia lagi emosi, jangan sampe malah lu kena sasarannya" ucap lelaki berambut pendek dengan kacamata. Jaya yang sedang dibicarakan tidak menggubris mereka berdua. Karena bagi Jaya melampiaskan amarah lebih penting dibandingkan mendengarkan ucapan tidak berguna sahabatnya. Karena lelah meluapk...
Komentar
Posting Komentar